Kamis, 28 April 2016

PEMBAHASAN KASUS PENDERITAAN JIWA: DEPRESI





          Depresi adalah gangguan mental yang setiap orang berpeluang mengalaminya. Banyak dari kita kebingungan untuk membedakan antara depresi, stress dan kesedihan. Belum lagi membedakan beberapa jenis dari depresi, misalnya unipolar depression, biological depression, manic depression, seasonal affective disorder, dysthymia, dan lainnya. Ada begitu banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan tentang depresi. Sekarang saatnya kita mengetahui apa itu depresi, dengan tujuan memudahkahkan seseorang atau diri anda ketika mengalami depresi.


Ø Definisi Depresi
Ada beberapa definisi depresi menurut para ahli, mari kita simak :
a)   Menurut Rice PL (1992), depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Pada umumnya mood yang secara dominan muncul adalah perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan.

b)                  Menurut Kusumanto (1981) depresi adalah suatu perasaan kesedihan yang psikopatologis, yang disertai perasaan sedih, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi yang menuju kepada meningkatnya keadaan mudah lelah yang sangat nyata sesudah bekerja sedikit saja, dan berkurangnya aktivitas. Depresi dapat merupakan suatu gejala, atau kumpulan gejala (sindroma).

c)    Menurut Kartono (2002) depresi adalah kemuraman hati (kepedihan, kesenduan, keburaman perasaan) yang patologis sifatnya. Biasanya timbul oleh; rasa inferior, sakit hati yang dalam, penyalahan diri sendiri dan trauma psikis. Jika depresi itu psikotis sifatnya, maka ia disebut melankholi.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa depresi adalah gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang, muncul perasaan tidak berdaya dan kehilangan harapan¸yang disertai perasaan sedih, kehilangan minat dan kegembiraan, berkurangnya energi yang menuju kepada meningkatnya keadaan mudah lelah yang sangat nyata dan berkurangnya aktivitas.







Ø Penyebab Depresi
Beberapa ahli juga memberikan penjelasan mengenai penyebab depresi. Menurut Kaplan dalam Tarigan (2003) Faktor-faktor yang dihubungkan dengan penyebab dapat dibagi atas: faktor biologi, faktor genetik dan faktor psiko sosial. Dimana ketiga faktor tersebut juga dapat saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yaitu :
1. Faktor Biologi
Dalam penelitian biopsikologi, norepinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood. Beberapa peneliti juga menemukan bahwa gangguan mood melibatkan patologik dan sistem limbiks serta ganglia basalis dan hypothalamus.
2. Faktor Genetik
Data genetik menyatakan bahwa faktor yang signifikan dalam perkembangan gangguan mood adalah genetik. Pada penelitian anak kembar terhadap gangguan depresi berat, pada anak kembar monozigot adalah 50 %, sedangkan dizigot 10 – 25 %.

3. Faktor Psikososial
Mungkin faktor inilah yang banyak diteliti oleh ahli psikologi. Faktor psikososial yang memyebabkan terjadinya depresi antara lain;
   ·  Peristiwa kehidupan dan stress lingkungan : suatu pengamatan klinik menyatakan bahwa peristiwa atau kejadian dalam kehidupan yang penuh ketegangan sering mendahului episode gangguan mood.
   
      ·   Faktor kepribadian Premorbid : Tidak ada satu kepribadian atau bentuk kepribadian yang khusus sebagai predisposisi terhadap depresi. Semua orang dengan ciri kepribadian manapun dapat mengalami depresi, walaupun tipetipe kepribadian seperti oral dependen, obsesi kompulsif, histerik mempunyai risiko yang besar mengalami depresi dibandingkan dengan lainnya.

    ·  Faktor Psikoanalitik dan Psikodinamik : Freud menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek dan melankoli. Ia menyatakan bahwa kemarahan pasien depresi diarahkan kepada diri sendiri karena mengidentifikasikan terhadap objek yang hilang. Freud percaya bahwa introjeksi merupakan suatu cara ego untuk melepaskan diri terhadap objek yang hilang. depresi sebagai suatu efek yang dapat melakukan sesuatu terhadap agresi yang diarahkan kedalam dirinya. Apabila pasien depresi menyadari bahwa mereka tidak hidup sesuai dengan yang dicita-citakannya, akan mengakibatkan mereka putus asa.

     ·  Ketidakberdayaan yang dipelajari: Didalam percobaan, dimana binatang secara berulang-ulang dihadapkan dengan kejutan listrik yang tidak dapat dihindarinya, binatang tersebut akhirnya menyerah dan tidak mencoba sama sekali untuk menghindari kejutan selanjutnya. Mereka belajar bahwa mereka tidak berdaya.

     · Teori Kognitif: Beck menunjukkan perhatian gangguan kognitif pada depresi Asikal H.S. dalam Tarigan (2003) Dia mengidentifikasikan 3 pola kognitif utama pada depresi yang disebut sebagai triad kognitif, yaitu : a) Pandangan negatif terhadap masa depan, b) Pandangan negatif terhadap diri sendiri, individu menganggap dirinya tak mampu, bodoh, pemalas, tidak berharga, c) Pandangan negatif terhadap pengalaman hidup. Meyer berpendapat bahwa depresi adalah reaksi seseorang terhadap pengalaman hidup.
 




Ø Gejala-gejala Depresi (Symptoms of Depression)

Individu yang terkena depresi pada umumnya menunjukkan gejala psikis, gejala fisik & sosial yang khas. Beberapa orang memperlihatkan gejala yang minim, beberapa orang lainnya lebih banyak. Tinggi rendahnya gejala bervariasi pada individu dan juga bervariasi dari waktu ke waktu. Berikut ini beberapa gejala dari depresi :

      ·         Terus menerus merasa sedih, cemas, atau suasana hati yang kosong
      ·         Perasaan putus asa dan pesimis.
      ·         Perasaan bersalah, tidak berdaya dan tidak berharga.
      ·         Kehilangan minat atau kesenangan dalam hobi dan kegiatan yang pernah dinikmati.
      ·         Penurunan energi dan mudah kelelahan.
      ·         Kesuultan berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan.
      ·         Insomnia, pagi hari terbangun, atau tidur berlebihan.
      ·         Nafsu makan berkurang bahkan sangat berlebihan. Penurunan berat badan bahkan                            penambahan berat badan secara drastis.
      ·         Selalu berpikir kematian atau bunuh diri, percobaan bunuh diri
      ·         Gelisah dan mudah tersinggung
      ·         Terus menerus mengalami gejala fisik yang tidak respon terhadap pengobatan, seperti sakit              kepala, gangguan pencernaan, dan sakit kronis

Pada umumnya gejala depresi antara lain murung, sedih berkepanjangan, sensitif, mudah marah dan tersinggung, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya konsentrasi dan menurunnya daya tahan.

Ø Mengatasi Depresi Berat

Gejala yang ditimbulkan apabila seseorang terkena depresi juga sangat banyak. Namun, secara umum depresi biasanya disebabkan oleh menurunnya produktifitas kerja, mudah merasa lelah, susah konsentrasi, kehilangan rasa percaya diri, sensitive, merasa dirinya tidak berguna, perasaan terbebani dan gangguan pola tidur. Karena pola tidur yang terganggu lama-lama akan menyebabkan depresi, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk mengatasi gangguan tidur buat sobat yang sering mengalaminya, trik dan tips cara mengatasi susah tidur bisa sobat baca di cara mengatasi susah tidur alami dan aman. Dalam beberapa kasus, depresi lebih banyak dialami oleh para wanita, namun lebih banyak lelaki yang mengakhiri depresi mereka dengan cara bunuh diri. Jangan terburu-buru melakukan hal negatif jika sobat sedang mengalami depresi, karea banyak sekali cara mengatasi depresi yang bisa kita lakukan. Caranya, mari kita baca yang dibawah ini:

       a)      Cara mengatasi depresi dengan rutin berolahraga
Dengan rutin berolahraga, dapat membantu tubuh kita lebih sehat, terutama bila berolahraga di pagi hari dapat menghirup udara segar, dapat pula menyegarkan pikiran kita, dan membuat hari kita menjadi lebih positif.

       b)      Cara mengatasi depresi dengan berjalan-jalan
Tentu hampir semua manusia di dunia ini sangat senang jika berjalan – jalan. Maka, ada baiknya bila sobat pergi berjalan – jalan, bis ke pegunungan, pantai, ataupun danau. Lebih baik lagi jika, udara di tempat yang kita tuju masih sejuk, dan kita dapat menghirup udara segar disana.

       c)      Cara mengatasi depresi dengan tersenyum dan tertawa
Segala masalah yang ada di dunia ini pasti terdapat jalan keluarnya. Oleh karena itu, tersenyum dan tertawalah atas segala masalah yang dihadapi.

       d)      Cara mengatasi depresi dengan berfikir positif
Ya memang sulit untuk berpikir positif bila kita sedang dihantui perasaan tidak tenang dan dihantui depresi. Namun, tidak ada salahnya untuk kita belajar beroikir positif selalu.

       e)      Cara mengatasi depresi dengan meditasi
Sebuah penelitian dilakukan tentang meditasi, didapat bahwa meditasi dapat mencegah depresi. Meditasi memberikan dampak tenang bagi diri yang melakukannya.

       f)       Cara mengatasi depresi dengan yoga
Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa berlatih yoga dapat memberikan dampak positif bagi tubuh, yaitu dapat mengatasi gangguan emosi, depresi berat, mengurangi stress, dan meningkatkan kualitas diri.

      g)      Cara mengatasi depresi dengan kunyit
Tanaman yang berwarna kuning ini, mempunya banyak sekali kegunaannya. Selain sebagai pewarna makanan alami, ternyata kunyit juga sama efektifnya dengan Prozac dalam mengurangi gejala depresi.

      h)     Cara mengatasi depresi dengan bercerita
Jika sobat punya masalah ada baiknya berceritalah ke orang terdekat. Ini sangat ampuh sekali untuk mengatasi depresi. Karena, masalah yang dihadapi pasti akan terasa lebih ringan lagi bila ada orang terdekat yang mengetahui. Bukan tidak mungkin, jika mereka memberika saran dan nasehat yang baik untuk masalah yang kita hadapi.

      i)        Cara mengatasi depresi dengan berserah diri pada Tuhan YME
Cara yang satu ini tentu cara yang paling ampuh, dengan berserah diri pada Tuhan YME meyakinkan kita bahwa semua sudah digariskan oleh NYA. Untuk orang islam dengan beristigfar dan membaca ayat-ayat al Qur'an akan membantu mendamaikan hati. Begitu pula dengan agama yang lainnya. Dengan melakukan kebaikan dan berserah diri akan membuat hati damai dan jauh dari depresi.

Demikian tadi mengenai depresi dan cara mengatasi depresi, semuanya kembali lagi pada diri kita masing – masing. Cobalah selalu berpikir positif ya sobat, jangan sampai depresi ini menyerang kita semua. Bahkan, beberapa peneliti memprediksi bahwa beberapa tahun yang akan mendatang, penyakit depresi ini akan semakin mewabah di masyarakat luas.

Ø Contoh kasus : DEPRESI

Tuan A adalah seorang bapak berusia pertengahan 30-an. Ia datang berkonsultasi ke                psikiater atas anjuran dari salah seorang rekannya. Saat datang untuk pertama kalinya, terlihat        bahwa mimik wajahnya murung dan nampak tidak bersemangat.

Ketika dilakukan wawancara dan pemeriksaan psikiatrik, suaranya pelan, gerak-geriknya        minimal, dan ia sering menanyakan ulang pertanyaan yang ditanyakan oleh psikiater pemeriksa.

Tuan A menceritakan bahwa ia sudah merasa sedih berkepanjangan di mana hampir tak          ada satu haripun ia merasa bahagia selama 1 bulan terakhir dan aktivitasnya terbatas di dalam        rumah saja. Satu bulan lalu ternyata ia baru saja di PHK dari pekerjaannya.

Rasa sedihnya disertai dengan penurunan berat badan yang nyata sekitar 3-4 kg karena          hilangnya nafsu makan, kehilangan semangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sulit untuk    jatuh tidur atau kalau pun bisa ia mudah sekali terbangun dari tidurnya.

Setelah beberapa saat kemudian, Tuan A bercerita bahwa perasaan sedihnya bertambah         parah semenjak dua minggu terakhir, ia menjadi mudah menangis tanpa sebab-sebab yang jelas     dan ia merasa pesimis dengan masa depannya serta keluarganya. Akhir-akhir ini, ia berpikir           bahwa hidupnya tidak berharga dan lebih baik ia mati saja.

Semenjak di PHK Tuan A juga tidak pernah lagi mencoba mencari pekerjaan baru karena merasa putus asa dengan hidupnya selain itu saat ini dia menjadi menarik diri dari pergaulan padahal dahulu ia dikenal sebagai orang yang aktif dalam kegiatan RT di lingkungannya. Rasa sedihnya menjadi bertambah parah karena Tuan A mulai kebingungan akan pembiayaan hidupnya sehari-hari beserta keluarganya.


Ø References:
1. http://chieraeray.blogspot.co.id/2012/08/depresi-pengertian-penyebab-dan.html
2. http://www.rubrikita.com/2014/12/cara-mengatasi-depresi.html
3. http://dwisari78.blogspot.co.id/2013/05/conto

BEDAH NOVEL GENRE ROMANTIS : "LABIRIN RASA"

  






                                                     Judul               : Labirin Rasa
                                                     Penulis             :       Eka Situmorang-Sir
                                                     Penerbit           :       Wahyumedia
                                                     Tahun             :       2013
                                                     Hal                   :       394 hal

Sinopsis           :

Berawal dari rasa stres Kayla Ayu sang gadis tomboy atas nilai semester kuliahnya yang jeblok dan kekecewaan orang tuanya, Kayla lalu berlibur ke tempat kakek neneknya di Yogyakarta. Di dalam kereta, Kayla berkenalan dengan seorang pria tampan bernama Ruben. Di kota ini juga, Kayla mendapat “pesan” tersirat dari almarhum kakeknya tentang akan hadirnya seorang Pangeran Fajar dalam hidupnya. 

Dari tempat ini, petualangan Kayla pun berlanjut ke beberapa destinasi wisata di tanah air. Dalam petualangan itu, Kayla juga sekaligus melakukan pencarian sang Pangeran Fajar, yang mempertemukannya dengan beberapa pria tampan lain selain Ruben, yaitu Dani, David, dan Patar, serta seorang gadis lesbian bernama Chyntia.

Lalu, berhasilkah Kayla menemukan sang Pangeran Fajar, dan siapakah gerangan sosok tersebut?

Sisi positif novel ini adalah tampilnya deskripsi objek-objek wisata di tanah air yang menjadi tempat persinggahan Kayla mulai dari Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok, Makassar hingga Medan, dalam penceritaan yang cukup detail, sesuai dengan hobi penulisnya yang penyuka travelling. Penuturan yang ringan dan lincah serta diselingi humor membuat novel ini cukup menghibur. Juga adanya quote-quote manis di setiap awal bab turut memberi warna yang romantis. Saya kutip salah satunya:

Jatuh cinta itu nggak perlu rumus. Cukup dua hati yang berpendar penuh rasa.”

Di luar hal tersebut, sebagai sebuah novel pertama dari penulisnya, novel ini benar-benar tampil “apa adanya” sebagai sebuah novel pertama, ditandai dengan typo yang bertebaran, inkonsistensi penggunaan lo-gue-aku-kamu, pilihan karakter mainstream untuk para tokoh pria yang serba tampan, gagah dan seksi, tertukarnya sebutan nama tokoh Ruben dan Patar (hal.259), ritme plot dan alur yang labil, juga proses chemistry antar tokoh yang tiba-tiba. Semua unsur yang tentunya masih dapat berproses menjadi lebih baik.

Lantas, sesuai judul resensi ini, di mana letak ke”berani”an novel ini?

Bahwa sejak redupnya era sastra wangi, menjadi sebuah ke”berani”an saat menampilkan novel ini dengan meloloskan kosakata-kosakata dan adegan sensual yang sebenarnya hanya layak ditampilkan pada novel dengan label novel dewasa, dan bukannya label populer seperti novel ini. 


Satu pertanyaan, jika semua kosakata tersebut bisa tampil “bebas”, meski tidak diikuti oleh pendeskripsian yang bebas juga untuk merujuk pada masing-masing maknanya, kenapa kosakata f**k yang kurang lebih berkonotasi sama, masih memerlukan bintang-bintang saat dituliskan dalam novel ini?


Andai ke”berani”an ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sastra wangi dalam tampilan yang lebih pop dan segar, maka dengan pilihan kata dan pola deskripsi adegan-adegan tersebut dalam novel ini, justru yang terbentuk adalah visualisasi film komedi lokal layar lebar yang menampilkan setting tempat yang indah, para aktor pria tampan, artis wanita seksi dan sederet adegan sensual sebagai jualan. Dan untuk masa ini, dengan telah beragamnya novel roman yang beredar, sepertinya butuh riset dan investigasi pasar, untuk menguji apakah novel-novel semacam ini masih bisa meraih pamornya.

“Sayang”nya, eksplorasi ke”berani”an dalam konten novel ini tidak didukung oleh eksplorasi ke”berani”an dalam kemasan. Kenapa tidak sekalian saja memasang stempel novel dewasa pada back cover sebagai pengganti stempel populer, atau mengganti judul Labirin Rasa menjadi Labirin Gairah, serta didukung pula oleh cover sepasang pria dan wanita yang saling bermesraan? 

Setidaknya, ke”berani”an ini menunjukkan pertanggungjawaban holistik terhadap konten, dan memberi kejelasan kepada pembaca segmen mana dan khalayak mana, novel ini pantas ditujukan. Karena bagaimana pun, terlepas dari sisi hiburan yang dimiliki oleh sebuah novel, ada misi lain yang juga semestinya menjadi perhatian para pihak, yaitu memberi hiburan pada batas usia yang sesuai.

Minggu, 27 Maret 2016

ANALISIS PERMASALAHAN DENGAN PENDEKATAN BUDAYA

ANALISIS PERMASALAHAN SOSIAL DENGAN PENDEKATAN BUDAYA

Analisis kasus konseling budaya

A.) Pembahasan
Konseling pada hakikatnya adalah ilmu terapan, dalam arti bahwa konseling selalu berupaya menggunakan prinsip-prinsip keilmuannya untuk melakukan intervensi dalam rangka membantu individu atau kelompok  yang dilayaninya.Sebagai ilmu terapan, konseling memakai acuan berbagai disiplin ilmu antara lain: psikologi, sosiologi, antropologi, pendidikan dan sebagainya. Namun dari berbagai disiplin ilmu itu, maka disiplin psikologilah yang selama ini dipandang dominan mendasari konseling.Kita masih ingat tentang konsep ”psikologi konseling” yaitu suatu studi atau telaah yang memandang konseling lebih sebagai peristiwa psikologis yaitu hubungan konselor dan klien yang dilatari oleh nuansa psikologis. Begitupula, apabila ditinjau dari tujuannya, konseling pada akhirnya berurusan dengan pengubahan perilaku yang tidak lain merupakan kawasan kajian ilmu psikologi. Apalagi kalau dikaitkan dengan konseling sebagai treatmen maka semua pendekatan maupun teknik konseling berasal dari teori dan aliran psikologi, misalnya : psikoanalisis, gestalt, humanistik ataupun behavioristik.Menurut Burks dan Stefflre (dalam Shertzer, 1981) menjelaskan konseling adalah suatu hubungan professional antara konselor yang terlatih dengan klien. (Berdnard &Fullmer ,1969) Dalam pengertian konseling terdapat empat elemen pokok yaitu:
1.    Adanya hubungan,
2.    Adanya dua individu atau lebih,
3.    Adanya proses,
4.    Membantu individu dalam memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Berdasarkan definisi diatas, dapat dismpulkan bahwa konseling adalah proses pelayanan bantuan terhadap individu maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan social, kemampuan belajar, dan perencanaan karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

B.) Permasalahan/kasus konseling lintas budaya

Jeffrey (26 tahun) dan Theresa George (35 tahun) merupakan pasangan suami istri yang telah dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil. Anak perempuan yang paling besar bernama Imari George (4 tahun). Sedangkan kedua adiknya laki-laki kembar bernama Kobi George dan Kadin George (2 tahun).Secara kultural Jeffrey dan Theresa dibesarkan dalam budaya yang sangat jauh berbeda. Jeffrey seorang negro kulit hitam yang dibesarkan pada keluarga yang disiplin ketat dan penuh peraturan. Sedangkan Theresa yang berkulit putih dibesarkan dalam keluarga yang cenderung bebas dan tidak terlalu ketat dalam hal peraturan. Ini jugalah yang menyebabkan perbedaan pandangan mereka berdua dalam mendidik anak dan juga pembagian tugas.
Dalam pembagian tugas di rumah tangga, Jeffrey mendapatkan porsi yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Theresa. Sebagai seorang ayah selain mencari nafkah Jeffrey juga harus melakukan berbagai urusan rumah tangga seperti mencuci piring, mencuci baju, merawat anak, dan sebagainya. Sebagai kepala rumah tangga Jeffrey yang paling dominan dalam keluarga tersebut. Sedangkan Theresa hanya mendapatkan tugas-tugas rumah tangga yang lebih sederhana dan ringan. Dia juga cenderung menyerahkan berbagai tugas kepada suaminya. Sikapnya ini mungkin muncul akibat perbedaan pandangan yang terlalu mencolok antara pasangan tersebut tentang kehidupan ideal sebuah keluarga. Sehingga Theresa cenderung pasif dan menurut untuk menghindari konflik dengan suaminya.
Dalam pola pengasuhan pun mereka memiliki pandangan yang berbeda. Jeffrey yang dibesarkan dalam keluarga disiplin menginginkan anak-anaknya menjadi penurut. Berbeda dengan Theresa yang cenderung memberikan kebebasan kepada anak-anaknya. Dalam mendidik anak Jeffrey cenderung  lebihmemberikan instruksi langsung berupa perintah-perintah tegas kepada anak-anaknya, sedangkan Theresa biasanya memberikan perintah dengan cara meminta dan bukan menyuruh (memanjakan).
Perbedaan ini membuat anak-anak menjadi kebingungan dalam memahami aturan keluarga. Mereka mengalami kebingungan tentang mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak boleh dilakukan akibat perbedaan pendapat di antara kedua orang tua mereka. Seringkali ketika ayahnya mengatakan iya untuk suatu hal namun ibu mengatakan tidak, begitu pula sebaliknya dan terjadi secara berulang-ulang. Akibatnya anak-anak menjadi semakin kebingungan dengan perilaku orang tuanya sehingga mereka cenderung tidak terkendali dan berbuat semaunya.

C.)    Faktor penyebab kasus

1.    Adanya perbedaan latar belakang budaya yang mendasar
                 Ras negro kulit putih dan kulit hitam sangat berbeda walupun sama-sama orang negro.
2.    Faktor lingkungan
Pengaruh tempat tinggal dari  pasangan suami istri teersebut memiliki latar budaya yang berbeda walaupun masih dalam satu ras. Hal tersebut  berdampak pula pada cara berfikir dari masing-masing individu sesuai dengan bagaimana ia dibesarkan dalam lingkungannya terutama pada lingkungan keluarga.
3.    Adanya perbedaan persepsi antara keduanya
Berdasarkan uraian diatas, dapat dilihat bahwa pasangan tersebut memiliki persepsi atau pendapat masing-masing tentang membentuk suatu keluarga yang ideal.
4.    Pola asuh orang tua
Dalam kasus dikatakan bahwa keduanya dibesarkan dengan cara yang berbeda oleh keluarga dan orang tuanya masing-masing. Jefry dibesarkan dengan didikan yang keras, penuh kedisplinan dan aturan-aturan yang harus ditaati dalam keluarga. Sedangkan Theresa cenderung diberikan kebebasan dan dimanjakan oleh orang tua dan keluarganya, ia dapat melakukan apapun sesukanya tanpa harus ada aturan yang disepakati dalam keluarga.
5.    Tidak menyatunya pandangan tentang menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga
6.    Perbedaan konsep hidup antar suami istri

         D.)   Upaya penanganan kasus
  
Untuk mengatasi kasus ini hal pertama yang perlu dilakukan adalah menyamakan konsep antara pasangan                       suami istri tersebut. Selain solusi lainnya juga sangat perlu dilakukan. Berikut ini merupakan upaya penanganan               secara umum dari kasus perbedaan budaya dalam keluarga, antara lain :

1.    Menyamakan konsep antara pasangan suami istri tersebut.
Perbedaan tersebut perlu diselesaikan secepatnya kemudian perlu disepakati norma-norma dan nilai-nilai bersama dalam keluarga.
2.    Pasangan tersebut harus menyamakan gambaran ideal mereka tentang sebuah keluarga yang baik bagi mereka berdua. Hal ini tidaklah mudah mengingat mereka berdua dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang cukup berbeda bahkan mungkin berlawanan.
3.    Pasangan tersebut perlu menciptakan struktur keluarga mereka yang baru dimana tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Sturuktur yang baru ini diharapkan menjadi penyelesaian atas kebingungan struktur yang terjadi selama ini.
4.    Mengingat anak-anak yang masih kecil dimana sistem kognisi mereka belum berkembang secara sempurna maka anak-anak cukup menerima secara langsung kesepakatan yang dihasilkan oleh orang tua mereka. Setelah orang tua menyepakati apa yang harus dilakukan, intervensi kepada anak-anak cukup menggunakan model pendekatan behavioristic karena model pendekatan tersebut lah yang dirasa paling efektif.

Dalam konseling tidak hanya mendiskripsikan permasalahan secara umum saja melainkan juga dengan menggunakan berbagai pendekatan dan tehnik agar permasalahan klien benar-benar ditangani sebaik mungkin. Untuk lebih terperinci lagi upaya penanganan diatas akan didampingi dengan pendekatan-pendekatan yang tepat sebagai upaya dalam menyelesaikan masalah klien.  Adapun beberapa pendekatan yang digunakan adalah sebagai berikut :

                a) Pendekatan analasis transaksional
                b) Pendekatan humanistik
                c) Pendekatan behavioristik

Dengan melakukan upaya-upaya diatas, diharapkan permasalahan ini dapat diselesaikan secara sepenuhnya. Namun perlu disadari dampak psikologis budaya juga harus diperhatikan guna permasalahan ini dapat diselesaikan sesuai dengan ketentuan/norma kebudayaan yang ada. Dan diharapkan pula dengan menerapkan teknik dan upaya diatas, persimpangan kebudayaan yang ada dapat dijembatani dengan baik sehingga proses akulturasi budaya berjalan dengan sehat dan baik.
                      
                 REFERENSI :



Minggu, 06 Maret 2016

Ilmu Budaya Dasar

ILMU BUDAYA DASAR

                Dalam kehidupannya, manusia tidak luput dari berbagai persoalan yang harus di lewati oleh manusia itu sendiri. Dalam menghadapi masalah-masalah tersebut tentunya diperlukan sikap yang bijaksana serta kritis, agar dalam proses penyelesaiannya mendapatkan hasil yang maksimal dan tepat dalam menentukan sikap. Untuk itu diperlukan pemahaman-pemahaman dasar yang harus dikuasai oleh individu tersebut dalam proses kehidupannya, salah satunya adalah ilmu budaya dasar.

A.)   PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara singkat, ilmu budaya dasar adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Atau dapat dikatakan juga sebagai pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengrrtian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah dan kebudayaan. Menurut para ahli, ilmu sosial dasar merupakan :

Ø  Andreas Eppink :
ilmu budaya dasar adalah keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

Ø  Edward Burnett Tylor :
ilmu budaya dasar adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat

Ø  Menurut Herskovits :
ilmu budaya dasar adalah sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.

Istilah Ilmu budaya dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities’. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus (fefined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang akan bisa mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. 

Secara demikian bisa dikatakan bahwa The Humanities berkaitan dengan masalah nilai-nilai, yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar. manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu The Humanities di samping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri. walaupun demikian, Ilmu Budaya Dasar (atau Basic Humanities) sebagai satu matakuliah tidaklah identik dengan The Humanities (Pengetahuan Budaya).

B.)    TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Sebagaimana dikemukakan di atas, penyajian Ilmu Budaya Dasar (IBD) merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Secara umum tujuan IBD adalah Pembentukan dan pengembangan keperibadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala berkenaan dengan kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan dengan lingkungan budaya dapat diperluas. Jika diperinci, maka tujuan pengajaran llmu Budaya Dasar itu adalah:

Ø  Lebih peka dan terbuka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, scrta lebih bertanggung jawab terhadap masalah-masalah tersebut.
Ø  Menyadarkan mahasiswa terhadap nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, hormat menghormati serta simpati pada nilai-nilai yang hidup pada masyarakat.
Ø  Mengembangkan daya kritis tcrhadap pcrsoalan kemanusiaan dan kebudayaan.
Ø  Memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan Indonesia.
Ø  Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku orang lain.
Ø  Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan sifat-sifat kekotaan.
Ø  Memiliki pemikiran dan penglihatan yang jelas serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut melestarikan budaya nenek moyang leluhur.
Ø  Peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.

Diharapkan seseorang yang mempelajari ilmu budaya dasar ini dapat membangun minat dan kebiasaan tentang sesuatu yang terjadi sekitar lingkungannya dan dimana saja, mengetahui apa yang mereka kerjakaan dan mengapa ia melakukan hal tersebut. Dan harapan orang yang mempelajari ini dapat memiliki keberanian moral untuk mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang ia pertahankan dan dapat menerimanya.

C.)    RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Berbagai aspek kehidupan mansusia merupakan seluruh ungakapan masalah kemanusiaan dan budaya dang didekati menggunakan pengetahuan budaya (the humanities). Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Di dalam mempelajari ruang lingkup ilmu budaya dasar, ada dua masalah pokok yang dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok tersebut adalah :

1)  Aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) di dalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2)   Hakekat manusia yang satu (universal), namun banyak perbedaan- perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam, dimana terwujud dalam berbagai bentuk ekspresi seperti: ungkapan, pikiran, dan perasaan, tingkah laku, dan hasil kelakuan mereka.


Dari kedua masalah pokok yang dapat dikaji dalam mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tersebut di atas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam Ilmu Budaya Dasar. Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

                1.Manusia dan Cinta Kasih
    2.Manusia dan Keindahan
    3.Manusia dan Penderitaan
    4.Manusia dan Keadilan
    5.Manusia dan Pandangan hidup
    6.Manusia dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian
    7.Manusia dan Kegelisahan

    8.Manusia dan Harapan

Demikian pembahasan mengenai Ilmu Budaya Dasar (IBD), baik pengertian, tujuan, serta ruang lingkup yang berada di jangkauan Ilmu Budaya Dasar ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kita semua..


Sumber :
  • https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/modul-ilmu-budaya-dasar/
  • http://akunarahman12.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup.html
  • http://karinadyaharum.blogspot.co.id/2015/04/mengenal-tentang-ilmu-budaya-dasar.html
  • https://rinrinrini.wordpress.com/2013/01/16/ilmu-budaya-dasar-menurut-para-ahli/

Sabtu, 23 Januari 2016

PERANAN ARSITEKTUR TERHADAP TEKNOLOGI DAN EKONOMI

TUGAS BESAR
ILMU SOSIAL DASAR
Peranan Arsitektur Terhadap Teknologi Dan Ekonomi





DOSEN                            : AWAN JEMINY PUTRA
DISUSUN OLEH                        : SHALEH KADZIM
NPM                                : 26315513
KELAS                              : 1TB01

Universitas Gunadarma
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Teknik Arsitektur
DAFTAR ISI
                 BAB  I     PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………………3       
A. Latar Belakang   
                B. Rumusan Masalah      
                C. Tujuan Penulisan                
  
BAB II    PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………….5
A.       Teknologi Informasi Dalam Bidang Arsitektur
B.       Perbandingan Proses Pengerjaan Arsitek Dulu Dengan Sekarang
C.       Manfaat Teknologi di bidang Arsitektur
D.      Hubungan Perkembangan Arsitektur dengan Revolusi Industri
E.       Peranan Arsitektur dalam Investasi Sosial

                BAB  III    PENUTUP …..…………………………………………………………………………………11  
                A. Kesimpulan       
                DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………………….12  















BAB l
Pendahuluan

A. Latar belakang
Dunia akan selalu berkembang setiap harinya, begitu juga dalam segi pembangunan. Aktifitas manusia taakan lepas dari adanya bangunan yg berfungsi sebagai wadah manusia dalam beraktifitas, maka dari itu teknologi dan ekonomi akan selalu terkait terhadap arsitektur yang berperan sebagai perancang sebuah bangunan. Perubahan zaman menuntut arsitek lebih berperan dalam meningkatkan kemajuan pembangunan dalam negeri. Bersamaan dengan itu maka peran arsitek bukan hanya membangun satu bangunan berdiri kokoh tetapi membuat bagaimana satu bangunan dapat berdiri serta memiliki nilai khas yg membutuhkan teknologi yg mumpuni sehingga memiliki nilai ekonomi yg tinggi.
Dalam hal ini, arsitektur membutuhkan teknologi yang berguna untuk membantu kinerja sang arsitek dalam mendesain serta merancang suatu bangunan. Tidak hanya itu, sang arsitek juga harus bisa memperhitungkan keefisienan suatu bangunan bedasarkan segi ekonomi, sehingga dapat menciptakan suatu bangunan yg ekonomis dan tepat guna. Maka dari itu, diperlukan ilmu Arsitektur untuk dapat menggabungkan ilmu teknologi dan ilmu ekonomi didalamnya.

B. Rumusan Masalah :
1.      Hubungan Arsitektur dengan Teknologi Informasi ?
2.      Perbandingan proses pengerjaan arsitek dulu dengan Sekarang?
3.      Manfaat Teknologi dibidang Arsitektur ?
4.      Hubungan perkembangan Arsitektur dengan Revolusi Industri ?
5.      Peranan Arsitektur dalam Investasi Sosial ?

C. Tujuan Masalah :
1.      Agar masyarakat lebih memahami mengenai hubungan teknologi dengan bisang Aristektur
2.      Mengetahui perbedaan Arsitektur terdahulu dan sekarang
3.      Mengetahui Maafaat Teknologi pada Arsitektur
4.      Memberi tahu bahwa perkembangan Arsitektur juga terkait dengan Revolusi Industri
5.      Memberi tahu peranan Arsitektur dalam investasi sosial

BAB II
Pembahasan

A.   Teknologi Informasi Dalam Bidang Arsitektur

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya.
Teknologi, di pihak lain, adalah aplikasi dari prinsip-prinsip keilmuan, sehingga menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan manusia. Aplikasi prinsip-prinsip ini dapat dalam lapangan teknik maupun sosial. (supriadi, 1994;116).
Terkait teknologi, komputer dalam dunia arsitektur telah dimulai sejak komputer ditemukan. Bentuk keterlibatan itu tentu tidak sama dengan yang kita pikirkan saat ini. komputer generasi terkini menghasilkan gambar-gambar yang sangat realistis, itu seolah-olah menjadi bukti dominan keterlibatan komputer dalam arsitektur. Sedangkan komputer generasi terdahulunya, pertama kali komputer terlibat dalam desain arsitektur dalam bentuk bantuan menghitung konstruksi, penggambaran dan semacamnya.
Proses arsitektur memanfaatkan komputer sejalan dengan perkembangan kemampuan komputer. Saat komputer generasi baru mampu melakukan perhitungan berat seperti yang diperlukan pada proses render arsitektur 3D, maka dunia desain arsitektur menanggapi dengan optimis dan ketertarikan yang tinggi. Dari hal tersebut gambar-gambar presentasi desain arsitektur nyaris tidak dapat dibedakan dengan kondisi nyata. Jika kita memakai proses desain yang paling sederhana, yang telah dipakai oleh para arsitek sejak ratusan tahun yang lalu, maka terlihat bahwa komputer dapat berperan di tahap mana saja.
B.   Perbandingan Proses Pengerjaan Arsitek Dulu Dengan Sekarang

Sketsa merupakan lukisan awal yang kasar dan ringan yang umumnya digunakan sebagai kerangka dalam menghasilkan karya lukis yang utuh atau sebagai langkah awal untuk mengemukakan gagasan tentang sesuatu. Gambar sketsa dapat digolongkan dalam seni rupa murni, namun tujuannya dapat juga menjadi seni terapan. Ketika seorang arsitek membuat sebuah sketsa untuk desain arsitekturnya maka nilai guna pada sketsa tersebut menunjukkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
            Pembuatan Sketsa Awal (gagasan awal untuk diskusi dengan klien maupun tim perencana baik secara 2D, 3D, animasi maupun virtual reality), Dalam hal pembuatan sketsa awal, hasil analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek, dalam membuat konsep menggunakan sketsa tangan, dan visualisasi warna menggunakan, pencil warna, spidol, cat air, cat minyak, sedangkan era sekarang pembuatan sketsa bukan saja manual akan tetapi bisa melalui media smart phone, net book dan computer serta berbagai pengolahan data dengan software-software yang berkaitan dengan desain interior. Divisualisasikan melalui olahan render, salah satunya yakni software AutoCad.
Perhitungan-perhitungan (konstruksi, fisika bangunan), Dalam hal perhitungan-perhitungan, hasil analisi, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek, perhitungan biaya bisa menggunakan mesin hitung, kini ada beberapa mesin hitung yang bias diadopsi dari software-sofware terkait beitupun juga perhitungan konstruksi.
Pengembangan Desain (menuju ke karya desain yang lebih terpadu dalam bentuk animasi maupun virtual reality yang dapat dilakukan secara manual maupun otomatis dengan teknik morphing), Dalam pengembangan desain, hasil analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek, dalam pengembangan desain bisa saja menggunakan sketsa dan gambar dengan bantuan meja gambar teknik, kini diera sekarang lebih terpadunya menggunakan sketsa, gambar kerja dengan bantuan komputer dengan software Auto Cad, 3D Max, Sketchup, dengan file berupa soft copy dan hard copy berupa hasil print. Pada proyek besar kini animasi juga dilibatkan untuk lebih terpadunya keseluruhan pengembangan desain yang ingin dipresentasikan.

Presentasi (penyajian produk desain akhir), Dalam Presentasi, hasil analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek dalam mempresentasikan desain masih berupa media yang didukung keterampilan tangan atau manual, kini dengan komputer berupa software auto cad, 3D Max, sketchup,3D Maya, dan virtual pendukung lainnya, presentasi dapat lebih mudah menerjemahkan maksud desainer/arsitek ataupun menerjemahkan keinginan klien, akurasi gambar lebih tepat dan visualisai lebih nyata. Sehingga bagi klien yang sedikit awam tidak kebingungan untuk mengerti presentasi desain yang disajikan.
Pembuatan gambar kerja, Dalam pembuatan gambar kerja, hasil analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek membuat gambar kerja dengan bantuan meja gambar teknik, sedangkan kini meja gambar teknik sedikit-demi sedikit mulai ditinggalkan diganti dengan software autocad pada komputer untuk mendapatkan akurasi dan kecepatan penyelesaian gambar kerja. Akan tetapi pembuatan gambar kerja dalam hal perkuliahan masih dimanfaatkan pada mahasiswa semester-semester kecil sebagai latihan tangan dalam mengolah ketegasan garis mahasiswa.
Pengarsipan Karya Desain (menyimpan karya desain secara sistematis dan aman untuk dipergunakan di lain waktu). Dalam pengarsipan karya desain, hasil analisis, dibandingkan dahulu dengan era sekarang adalah: dahulu para arsitek sebelum ada komputer generasi baru yang bisa menjalankan software menggambar, arsip-arsip disimpan pada rack dan almari simpan, kini pengarsipan secara sistematis bias disimpan di komputer pada folder-folder berupa soft copy dan internet melalui email, arsip-arsip dalam bentuk Hard copy juga masih dibutuhkan, sebagai bagian dari portfolio. File-file di komputer dikatakan aman apabila juga di transfer datanya pada cd/dvd untuk antisipasi kerusakan dari komputer.


C.   Manfaat Teknologi di bidang Arsitektur

Dalam bidang arsitektur bukan hanya pengguna bangunan yang akan menikmati tekonologi yang maju, namun juga dinikmati oleh pihak perancang banguna. Di bidang bangunan / arsitektur, manusia akan lebih dimudahkan hidupnya dengan bantuan IT. Kegiatan perancangan dan pembangunan gedung pasti membutuhkan beberapa data yang mendukung untuk dibangunnya suatu gedung / rumah. Dengan ternik konvensional pengumpulan data cukup sulit untuk dilakukan dan pada akhirnya kesesuaian antara spesifikasi bangunan dan keadaan sesungguhnya menjadi berkurang. Akan tetapi seiing dengan majunya teknologi informasi, kegiatan pengumpulan data menjadi lebih cepat dan lebih sesuai dengan kriteria dari jenis bangunan yang akan dibuat (misalnya data kelembaban tanah, data kadar air tanah, data jumlah populasi dalam suatu daerah, data tingkat polusi udara, dan lain-lain). Dengan pengaplikasian IT pada arsitektur, pencemaran lingkungan dan kerusakan alam dapat diminimalisir dan tingkat keamanan dari bahaya semakin meningkat.
Selain kemudahan yang dialami oleh pihak perancang / arsitek, ada juga kemudahan bagi para pengguna bangunan. Ketika IT sudah terintegrasi dengan semua bagian rumah, segala urusan yang seringkali membuat repot dapat diminimalisir. Pencegahan dari terjadinya bahaya mengancam seperti pencurian dan kebakaran, bahkan pencegahan dari hal sepele seperti jemuran yang basah terkena hujanpun membaik.
Contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur bagi arsitek yaitu penggunaan internet untuk mendapatkan berbagai macam model bangunan yang hendak dibuat. Dengan menggunakan search engine seperti google.com, yahoo.com, altavista, dan sebagainya seorang arsitek dapat menemukan inspirasi dan memilih model yang akan digunakan. Selain itu informasi keadaan daerah yang akan dibangunpun dapat dicari menggunakan search engine atau menggunakan aplikasi peta seperti Google Earth.
Penggunaan internet memang baik, namun dalam hal model bangunan tidak selalu sesuai dengan pikiran sang arsitek dan keinginan konsumen. Ada kalanya kita harus menggunakan cara lain seperti penggunaan aplikasi 3D yang terhubung dengan layanan peta internet seperti Google Maps atau Wikimapia yang digunakan untuk merancang bangunan secara cepat, akurat, dan sesuai dengan keinginan konsumen. Demikian juga mengenai informasi dareah tempat bangunan yang didapat dari internet tidak selalu dapat dipercaya. Seorang arsitek nantinya akan menggunakan alat untuk melihat struktur tanah melalui tingkat suhu dan kelembaban tanah dengan menggunakan sensor thermal dan sensor kadar air, serta alat penguji tingkat kebisingan menggunakan sensor suara untuk memastikan bangunan yang didirikan menjamin kesehatan psikologi dari pemilik bangunan.
Sedangkan contoh pengaplikasian dari IT di bidang arsitektur yang memudahkan pemilik / pengguna bangunan yaitu penggunaan sensor cahaya untuk menyalakan lampu secara otomatis, penggunaan sinyal Bluetooth dan teknologi enkripsi untuk membuka pintu pagar secara otomatis sehingga pemilik rumah tidak perlu repot-repot turun dari mobil untuk membuka pagar namun rumah tetap dapat dipastikan aman, RFID dan fingerprint sebagai pengganti kunci ruangan, penggunaan clock untuk mengatur jadwal alat pembersih ruangan, jadwal pengisian air bak mandi, jadwal aktifnya AC ataupun penghangat ruangan, penggunaan solar cell untuk menghapus biaya listrik dan menghemat bahan bakar fosil, penggunaan dsb.

D.   Hubungan Perkembangan Arsitektur dengan Revolusi Industri

Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktikkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai “master”. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa “gubuk berhias / decorated shed” (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah “bebek / duck” (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu)

E. Peranan Arsitektur dalam Investasi Sosial

Dalam arsitektur, konteks investasi bidang sosial, lingkungan dan ekonomi porsinya sama penting, tergantung fungsi bangunannya. Bila fungsi bangunan sosial (misalnya Bale Banjar) tentunya dalam perencanaannya pertimbangan-pertimbangan benefit sosial lebih menonjol daripada pertimbangan ekonomi. Namun begitu konsep investasi lebih dominan dalam konteks ekonomi dan bisnis. Selain karena paradigma pembangunan lebih ke arah model pertumbuhan/keuntungan ekonomi dan profit, bangunan fisikpun pada dasarnya dibuat dengan biaya (cost) yang harus diperhitungkan ekonomisasinya. Juga dalam realitasnya pembangunan fisik dominan bangunan dengan fungsi ekonomi, yang harus diperhitungkan pengembalian modal investasinya, seperti bangunan komersial pertokoan, perkantoran, pendidikan, restoran, perhotelan, real estate dan sebagainya.
Dalam konteks arsitektur dan bangunan, investasi ekonomi dilihat sebagai investasi modal (capital invesment) yaitu modal guna merancang dan membangun arsitekturnya, dan ia mendapat posisi dan peran penting dalam perancangan arsitektur. Sekalipun dalam investasi ekonomi subyek bahasannya lebih pada pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan bisnis, dan ia ada pada disiplin ilmu lain, namun dalam konteks arsitektur sang arsitek dituntut memahami prinsip-prinsip investasi dalam bidang bangunan, arsitek yang berwawasan ekonomi bangunan.
Arsitek dapat juga dilibatkan dalam perencanaan bisnis, dalam proses ini arsitek berperan sebagai konsultan, yang dengan pengetahuan dan wawasannya dibidang disain arsitektur dan ekonomi bangunan, bertugas memberi masukan desain arsitektur yang baik dan layak secara ekonomi bisnis, layak lingkungan dan dapat dicapai secara teknis. Dengan demikian ia memperkaya pengetahuan dan wawasan desain para client, owner ataupun share holder yang hendak membangun proyeknya.


BAB III
 Kesimpulan
·         Arsitektur merupakan pekerjaan yang akan selalu berkembang dari zaman ke zaman. Terutama dalam segi teknologi dan ekonomi. Pemanfaatan teknologi informasi di dalam bidang arsitektur dirasa sangat dibutuhkan karena dengan dukungan teknologi dapat mempermudah serta meningkatkan kinerja arsitektur. Seperti dalam Pembuatan Sketsa Awal,  dahulu para desainer dan arsitek dalam membuat konsep menggunakan sketsa tangan, dan visualisasi warna menggunakan, pencil warna, spidol, cat air, cat minyak, sedangkan dengan memanfaatkan teknologi pembuatan sketsa dapat dikerjakan melalui media smart phone, net book dan computer serta berbagai pengolahan data dengan software-software yang berkaitan dengan desain interior.
Dengan adanya dukungan teknologi dalam bidang arsitektur dapat mempermudah     kerja serta memberikan keuntungan seperti Pembelajaran lebih efektif dan efisien,

·         Dalam proses perencanaan bisnis dan investasi guna mendapatkan rumusan kriteria arsitektur yang baik, kedudukan dan peran arsitek adalah sama pentingnya dengan profesi lainnya. Arsitek adalah mitra kerja para perencana bisnis, mitra owner, mitra share holder maupun stake holder. Arsitek dan arsitektur bukan sekedar sub ordinat, pelengkap, ataupun sekedar pelayan desain dalam proses investasi bisnis. Ia tidak mudah disetir dan diarahkan begitu saja guna merancang arsitektur bangunan yang terlihat baik secara ekonomi bisnis namun jelek secara arsitektur, dan berdampak negatif bagi lingkungan dan sosial. Dengan profesionalismenya arsitek memberi advis dan saran tentang disain arsitektur yang baik secara ekonomi, lingkungan dan teknis. Dengan demikian akan terjadi dialog guna menghasilkan rumusan investasi bisnis dan kriteria arsitektur yang optimum.





Referensi :
Ø  http://blog.siandana.com/peranan-arsitektur/ Ø  http://fakhri-upay13.blogspot.co.id/2014/12/makalah-perkembangan-teknologi-di.html
Ø  http://damarustudio.blogspot.co.id/2010/11/peranan-teknologi-informasi-di-bidang.html
Ø  https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur Ø  https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi Ø  http://bahanbelajarsekolah.blogspot.co.id/2015/01/pengertian-jenis-jenis-sketsa.html?en